Beberapa hari ini, langit di atas jakarta menangis pilu. Menumpahkan segala sedu sedan yang tak berkesudahan.... menapak waktu yang setiap saat semakin pelik.
Lembaga-lembaga yang di anut oleh manusia-manusia yang menghuninya, semakin hari semakin tidak jelas, tidak konsisten, dan semakin kehilangan kharismanya.
Bukan kesalahan keberadaan lembaga-lembaga tersebut. Tetapi ketidakbecusan manusia yang mengurus lembaga tersebut.
Lembaga negara beserta seluruh struktur dan infrastruktur negara yang sama sekali tidak peduli, atau mungkin bisa dikatakan tidak mampu mengayomi manusia dan kemanusiaan yang ada.
Lembaga agama yang semakin tidak mampu untuk memberikan arah yang jelas kepada manusia penganutnya. Hilangnya rasa kesetiakawanan, solidaritas, pengorbanan, kesetiaan, cinta kasih. Semakin tumbuhnya semangat individualistik, materialistik, berjalan tanpa hati nurani, semakin memperkeruh suasana kehidupan ini.
Semua hal tersebut akan muncul, jika sedang tertimpa masalah. Kelamnya hari-hari dengan tangisan sendu langit bumiku, meluluh lantahkan segala yang ada di bawah naungannya, barulah mampu menggerakkan sisi kemanusiaan.
Kerelaan berkorban bagi sesama yang menderita karena terkena musibah, menjadi santapan ritual wajib saat manusia yang lain benar-benar telah jatuh.
Keberpihakan pada si kecil, tiba-tiba muncul. Dengan slogan-slogan dan seragam-seragam tertentu, banyak pihak berusaha mencari simpati, "Kamilah penolong Anda", omong kosong belaka.
Lalu di mana sisi kemanusiaannya selama ini? haruskah menolong sesama kita lakukan saat sesama kita benar-benar telah jatuh? Haruskah menolong sesama kita lakukan saat sesama telah benar-benar menderita secara massal?
Sebuah fenomena unik yang ada di muka bumi kita. Fenomena yang menjadi santapan lezat kaum mampu untuk berpaling sejenak pada kenyataan, bahwa ia hidup di tengah penderitaan manusia yang lain. Yang selama ini mungkin, sama sekali tidak pernah dipedulikannya.
Namun itu pun akan muncul, jika memang manusia tersebut sadar dan melakukan intropeksi ke dalam diri mereka sendiri.
Berangkat dari kenyataan tersebut, apakah fungsi lembaga negara sudah maksimal? Apakah fungsi lembaga keagamaan sudah pada tempatnya?
Semuanya telah tergantikan. Manusia yang berada di dalam struktur lembaga kenegaraan justru bukan lagi menjadi pengabdi dan pengayom. kenyataan di lapangan jelas menunjukkan hal tersebut. Demikian halnya di dalam lembaga keagamaan, faktor-faktor ekonomis dan tarik menarik kepentingan, semakin menghilangkan pentingnya keberadaan hati nurani di dalam pelayanan terhadap umat manusia. Hingga umat merasa tidak diikutsertakan di dalam proses ber-lembaga. Sehingga saat ia melakukan hal-hal yang berada di luar koridor kelembagaan agama yang telah di tentukan, sama sekali bukan halangan.
Seberapa besar pula lembaga keagamaan mampu menciptakan "rasa takut" melakukan kesalahan bagi umatnya? Adakah itu saat ini tercipta di dalam kehidupan kita sehari-hari?
Cukup pelik permasalahan universal yang saat ini sedang kita hadapi. Tidak cukup satu dekade proses penyembuhan rasa sakit yang telah dialami oleh banyak manusia. dan saat ini, hanyalah niatan yang tulus dari masing-masing pribadi, untuk menyadari, bahwa bumi telah lanjut usia. Kita tidak tahu, bila suatu saat, tiba-tiba bumi ini kehilangan daya gravitasinya. Kita tidak tahu, saat lempengan-lempengan yang menutupi permukaan bumi dengan daratan dan lautan terbelah mengikuti pola lempengan yang sudah ada. Pasti menakjubkan..........
Rabu, 14 Januari 2009
Langitku Menangis
Senin, 05 Januari 2009
• Pengantar
Lestarikan alam bukan celoteh belaka…….
Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu…saja…….
Sebatas lirik dari Bang Iwan Fals ternyata memotivasi sekumpulan orang muda yang terbentuk dalam kelompok kategorial Mudika Trinitas Pecinta Alam untuk mengenal lebih dekat ciptaan Tuhan dan ikut serta merasakan alam yang sebagian besar sudah tak terawat dan tak terlestarikan karena terjamah oleh tangan-tangan yang tak bertanggung jawab.
• Sejarah
Berawal dari Kemping Mudika yang dilaksanakan pada Liburan Lebaran 21-23 Februari 1996 di Pasir Rengit, Gunung Salak Bogor yang dikoordinir oleh beberapa gabungan mudika Gereja Trinitas Paroki Cengkareng berjalan dengan baik dan didukung oleh banyak peserta. Sekembalinya dari kemping tersebut beberapa mudika peserta yang sangat tertarik dengan alam ini mengusulkan kepada Mudika untuk mendirikan kelompok kegiatan alam yang berdiri di bawah naungan gereja (seperti paroki-paroki lainnya). Dan ternyata disambut dengan senang hati serta didukung pula oleh Mudika lainnya.
Alasan dibentuknya kegiatan ini untuk menampung orang-orang muda di Gereja Trinitas Paroki Cengkareng untuk bersama-sama mencintai alam ciptaan Tuhan, serta membantu Mudika untuk kegiatan-kegiatan di gereja. Dengan adanya peserta kemping tersebut yang diikuti oleh banyak peserta, maka timbul pemikiran untuk bagaimana mengumpulkan mudika-mudika kita yang ingin aktif di gereja namun sarana dan wadah yang mereka harapkan tidak tersedia. Dari hasil survey ternyata pemikiran ini sangat cocok Setelah dibicarakan mulai dari maksud, tujuan, bentuk dan lain-lainnya, maka disusunlah proposal yang diajukan ke Dewan Paroki, dengan berharap bahwa dengan adanya salah satu kelompok kategorial alam ini akan menyebabkan semakin bertambahnya Mudika yang aktif di gereja.
Dalam beberapa hari jawaban yang didapatkan masih kurang memuaskan, untuk itu dengan bersusah payah dan beberapa kali penjelasan serta presentase khusus, maka disetujuilah kami sebagai kelompok kategorial mudika dengan nama MUDIKA TRINITAS PENCINTA ALAM (MUTRIPALA).Resminya didirikan setelah pengesahan pada bulan Oktober 1996. Beberapa perintis tersebut sekitar 15 orang, diantaranya adalah Nur (Kodok), Hendrik (Kumis), Mariana, Dicky, Hendy, Cahyadi, Alm.Hendri Simon (Ucok), Paulus Muhadi, Indra (Bhoends), Rudi (Jabat),dan lain-lain.
• Maksud & Tujuan
Maksud : mengumpulkan mudika-mudika yang ingin aktif di gereja dengan sarana dan wadah yang sesuai dengan yang diharapkan.
Tujuan :
- Ikut serta mengumpulkan dan mendorong semangat kaum muda dalam kegiatannya menggereja.
- Menanamkan dan mengembangkan rasa cinta pada gereja, bangsa dan Negara.
- Menghayati dan mengagungkan kebesaran Tuhan sebagai pencipta alam semesta.
• Misi dan Visi
Misi : Menciptakan persaudaraan yang kokoh diantara anggota
Visi : Mewujudkan manusia yang tangguh dalam segala suasana
• Simbol MUTRIPALA
Tulisan Mutripala : Mudika Trinitas Pecinta Alam
Burung Merpati : Lambang Perdamaian dan Kebebasan
Segitiga : Melambangkan Gunung yaitu Alam dan Lingkungan
Logo Trinitas : Berada dibawah naungan Gereja Trinitas
Telapak Kaki : Tinggalkan hanya bekas telapak kakimu saja di alam.
Pita Semboyan : NON VERBO SED EXEMPLO
Arti : Dalam melakukan sesuatu bukan hanya dengan perkataan
melainkan dengan tindakan nyata.
• AD / ART
Dalam sebuah struktur organisasi yang baik dan tertata rapi tentulah untuk menunjang berbagai kegiatan dan aktifitas perlu adanya suatu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan kami telah memilikinya secara radikal dan dalam periodik tertentu di dalam rapat anggota yang bila diperlukan kami selalu memperbaharuinya.Dimana kekuasaan tertinggi terletak pada Rapat Anggota Mutripala
• Kepengurusan
Kengurusan tiap periodik
1996-1999 : Ketua : Maria Nur
Wakil : Hendrikus Dwi Cahyono
Peralihan Ketua : Antonius Rudi Sijabat
Wakil : Hendrikus Dwi Cahyono
1999-2002 : Ketua : Dominikus David Susanto
Wakil : Gregorius Indra Ardhiwinata
2002-2005 : Ketua : Aloysius Bomo Setiaji
Wakil : Aris Kurniawan
Selain itu juga ada beberapa seksi-seksi penunjang organisasi.
• Syarat Keanggotaan & Proses Pendaftaran
a.Syarat Anggota
- Pria dan wanita
- Usia min.17 tahun ( SMU sederajat )
- Sehat fisik dan jasmani serta rohani
- Ijin Orangtua
- Agama Katolik
- Bersedia mengikuti peraturan AD/ART
- Bersedia mengikuti DIKLAT
- Tidak ada gangguan kesehatan
- Domisili Gereja Trinitas Paroi Cengkareng
b. Proses Pendaftaran
- Mengisi formulir
- Mengikuti Diklat
- Pelantikan anggota
• Keanggotaan
Dari awal hingga sekarang, baik itu yang masih aktif dan pasif juga sudah ada yang non aktif bahkan telah ada yang anggota kehormatan, jumlah keanggotaan kami secara keseluruhan adalah kurang lebih 52 orang. Diantaranya
Perintis = 15 orang
Angkatan I Tahun 1996 = 10 orang ( Termasuk Perintis )
Angkatan II Tahun 1998 = 8 orang
Angkatan III Tahun 2000 = 13 orang
Angkatan IV Tahun 2004 = 6 orang
• Kegiatan yang telah dilakukan
Tidaklah mudah dan murah dalam menyediakan segala peralatan dan perlengkapan untuk berbagai kegiatan dan aktifitas yang kami lakukan, untuk itu kami mengadakan sebuah usaha kegiatan untuk menunjang kebutuhan tersebut, Diantaranya dengan berjualan dan membantu perlengkapan untuk kegiatan - kegiatan di gereja. Kegiatan kami tidak hanya mencari dana saja melainkan juga kegiatan kami mencakup kegiatan yang Out-door dan in-door. Kegiatan tersebut diantaranya :
• Kegiatan Out Door Mutripala
Tahun 1996 - 2000
27-28 April ’96 Gunung Gede Bogor, Ekspedisi Penjajakan Gunung Merbabu dan Gunung Merapi Jawa Tengah, 18-21 Oktober ’96 Gunung Gede Bogor, 21-22 September ’96 Napak Tilas dari Katedral ke Paroki Kampung Sawah,.8-10 Januari ’97 Gunung Situgunung Sukabumi, Pelantikan Angkatan II Juli ’99 Gunung Pangrango Bogor, 17 Agustus ’99 Gunung Papandayan Garut bersama Kelapa Nusantara dan TTB, Oktober ’99 Cidahu Javanaspa Sukabumi, April ’00 memenuhi undangan ke Gunung Gede Bogor, Ekspedisi ke Gunung Lawu dan Gunung Merbabu Jawa Tengah Juli ’00, Pelantikan Angkatan III Gunung Gede Bogor September ’00, Desember ‘00 Taman Nasional Gunung Halimun Sukabumi,
Tahun 2001
Ekspedisi Gunung Sindoro Jawa Tengah bulan 1 Januari – 4 Februari, Pelantikan kedua Angkatan III di Gunung Cikuray Garut, Latihan Raffling di Universitas Indonusa Esa Unggul bulan April, Latihan Bersama Saka Bahari di Pulau Onrust bulan Mei, Latihan Wall Climbing Bersama Swanarapala bulan Juni di Universitas Bina Nusantara Dan Gelanggang Olahraga Bulungan. Ekspedisi di Gunung Pangrango Bogor bulan Juni , Ekspedisi di Gunung Merbabu Jawa Tengah 28-30 Juli, di Gunung Sumbing Jawa Tengah 1-2 Agustus, di Gunung Ciremay Jawa Barat Oktober, Rekreasi Bersama Ulang Tahun Mutripala ke Kebun Binatang Ragunan Oktober, Rekreasi tutup tahun di Bumi Perkemahan Rancaupas Bandung Selatan 29 Desember ’01 – 1 Januari ’02.
Tahun 2002
Maret ’02 ke Curug Panjang Bogor, Latihan Wall Climbing dan Raffling Bersama Palmater di Kampus STMIK Indonesia. Latihan Bersama Saka Bahari di Pulau Onrust April ’02, Pendakian Gunung Gede April ’02. Ekspedisi Gunung Semeru dan Gunung Bromo Jawa Timur 27 Juli-4 Agustus ’02.Penelusuran Gua di Gua Siluman Buni Ayu Sukabumi 16-17 Agustus ’02. Lomba Dayung Se-DKI Jakarta di Cengkareng Drain Jakarta 14-15 September ’02.Ekspedisi Gunung Ciremai Cirebon 3-6 Oktober ’02.
Tahun 2003
1-3 Maret Camping Persiapan di Curug Panjang Mega Mendung untuk DPendidikan Lapangan Calon Anggota Angkatan IV. 30 Mei-1 Juni Pendidikan Gunung Salak II bersama HIPASAKA (Himpunan Pecinta Alam Santa Monika Gereja Katolik Santa Monika Paroki BSD dan PA SAMANTA (Pecinta Alam Santa Maria Gereja Katolik Santa Maria Paroki Tanggerang.Bulan Mei –Juni Pendaftaran Calon Anggota Angkatan IV. Juli – 7 September Pendidikan Materi Kelas dan Bimbingan Mental dan Fisik Calon Angkatan IV di Gereja Trinitas. 20-22 September ’03 Pendidikan Lapangan Calon Anggota Angkatan IV di Curug Panjang, Mega Mendung Bogor. 22-27 November Panitia Bersama Camping Mudika JOY CAMP ’03 di Batu Tapak, Cidahu Sukabumi.
Tahun 2004
3-6 Juni Pendakian Gunung Merbabu Jawa Tengah. 17-24 Januari Sekolah Pendaki Gunung WANADRI di Gunung Kencana Bogor. 20-22 Maret Pelantikan I Angkatan IV di Gunung Salak I Sukabumi. 27 Maret Nonton Film Bersama “The Passion Of The Christ sekaligus Mencari Dana untuk Korban Gempa Nabire di Gereja Trinitas.
Selain itu kami juga pernah beberapa kali mengadakan acara bersama Mudika Paroki Gereja Trinitas yang gabungan dari semua kelompok kategorial, seperti kemping, Valentine Day, Ziarek, dan lain-lain.
• Kegiatan Indoor
Yang aktif sampai dengan saat ini, selain yang telah disampaikan di atas. Kami juga mengadakan latihan-latihan baik teori maupun praktek yang merupakan materi kegiatan Mutripala. Pernah juga membantu P&P dalam memelihara tanaman. Juga turut serta dalam kegiatan-kegiatan Mudika Paroki di gereja. Kunjungan ke wilayah, valentine, old and new, dan yang baru-baru ini adalah mengadakan Nonton Bareng bersama umat Trinitas Film “The Passion Of The Christ”.
• Kegiatan Rohani
Dalam pembahasan ini, dapat dilihat mata mungkin masih banyak orang katakan bahwasanya kami tidak pernah ada kegiatan rohani yang seperti kelompok kategorial lainnya seperti Legio Maria, Persekutuan Doa Karismatik Mudika, maupun Antiokhia. Kami mewujudkan dan menebalkan iman kepercayaan kami melalui hal-hal yang lebih khusus, tidak jauh dalam semboyan kami Non Verbo Sed Exemplo, dimana kami melakukan kegiatan rohani tidak selalu hanya dengan berkata-kata melainkan dari perbuatan nyata, mengamalkan secara langsung pada alam dan lingkungan. Dengan cara sudut pandang yang berbeda dari umumnya. Namun dengan jadwal yang tidak rutin, terkadang kami pun juga menyempatkan diri untuk rosario dan doa bersama
• Rencana Kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang kami rencanakan sejauh ini selain kegiatan rutin diantaranya adalah pelantikan kedua anggota baru angkatan IV, Retret Khusus Mutripala, Pendakian dan ekspedisi ke beberapa gunung, susur pantai, wall climbing & Raffling, dayung, diving, live in country,
• Manfaat yang diperoleh dengan bergabung di Mutripala
Selain kita ikut membantu pelayanan untuk gereja dan berkumpul dengan sesama mudika, yang terpenting adalah kita juga dapat belajar bagaimana menjadi orang mandiri yang tidak tergantung kepada orangtua dan orang lain, kuat fisik dan mental untuk dapat hidup di mana saja, berwawasan luas tentang alam, dan dilatih bagaimana cara mempertahankan hidup (Survival) dengan bekal iman dan kepercayaan serta ketrampilan yang kita miliki.
We will keep on fighting till the end
by : MUTRIPALA
Rabu, 31 Desember 2008

tetapi tidak mengurangi kecerahan sinar mentari yang menghangatkan tubuh....
melintasi jalan layang pesing, puncak gunung gede-pangrango dan gunung salak, terlihat jelas...
sungguh sebuah pesona keindahan yang jarang terjadi.........
hari ini, hari terakhir di penghujung tahun 2008.....
banyak momen dan peristiwa yang telah terjadi di tahun ini....
peristiwa sedih, peristiwa gembira, bahagia, sakit.......
sungguh, sebuah karunia telah tercurah kepada kita umat manusia yang hingga saat ini masih dapat menghirup segarnya udara kehidupan.......
terimakasih dunia...
untuk keadaanmu yang masih bisa kusinggahi
terimakasih bumiku.....
tempat aku memijakkan kaki dan berkarya
terimakasih alamku.....
untuk keindahan yang telah kau berikan
terimakasih hutanku....
untuk kesejukan yang aku dapatkan
terimakasih sungaiku....
gemercikmu mengiringi langkahku
terimakasih keluargaku....
yang membuat aku belajar bersabar dan pasrah
terimakasih sahabat2ku....
dukungan jalinan persahabatan kalian sungguh membuatku benar2 hidup
terimakasih saudara2ku
silaturahmi kalian sungguh melegakan hati
terimakasih jiwaku....
yang telah memberiku hidup di ragaku
terimakasih hatiku....
yang telah memberiku sebuah lilin kecil yang menerangi sesama
terimakasih rasaku....
yang telah menghanyutkan dan membawaku dalam pesona keindahan
terimakasih cintaku....
yang telah memberikan gelora yang tak pernah pupus oleh berlalunya ruang dan waktu
terimakasih penciptaku....
yang telah memberi aku kesempatan untuk hidup dan merasakan keindahan hidup
terimakasih air mataku....
yang telah tercurah bersama dengan rasa yang terpendam
terimakasih
terimakasih
terimakasih
selamat datang tahun yang baru..........
Selasa, 30 Desember 2008
UnTuk Semua

Bagi Teman- teman yang mau curhat tentang kita silahkan saja.. oiya untuk mendukung blog- blog ini , kami minta saran dan kiritk nya, agar blog ini dapat diterima bagi kita semua.. ^_^
Rabu, 26 November 2008
blog mutripala

blog ini lahir dari sebuah dedikasi rekan-rekan mudika trinitas pecinta alam, yang bernaung di bawah gereja trinitas, paroki cengkareng, jakarta barat.
kiranya dengan adanya blog ini, segala keluh kesah yang mungkin tidak terungkapkan dengan kata-kata, dapat terungkap dengan tulisan-tulisan di blog ini.
selamat menulis............